Pencarian diseputaran blog ini

Daftar Mata Pelatihan

Modul 4 - Komunikasi Publik

Modul 3 Komunikasi Interpersonal

MODUL 4 KOMUNIKASI  PUBLIK


 

Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung berkelompok dalam suatu komunitas dan saling berinteraksi termasuk berkomunikasi baik secara interpersonal maupun kepada sekelompok orang sekaligus (massa). Komunikasi Massa merupakan salah satu studi dalam ilmu komunikasi yang berkaitan dengan khalayak ramai. Sebagai cabang dari studi komunikasi, komunikasi massa menjadi salah satu yang paling sering dibicarakan, dikarenakan perananya yang sangat penting diera modern ini. Komunikasi Massa adalah suatu bentuk komunikasi yang memanfaatkan saluran media baik cetak, elektronik, maupun media cyber (online). Saluran tersebut berguna dalam menghubungkan pihak komunikator dengan komunikan secara bersamaan.

Menurut Josep A Devito, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, atau dapat dikatakan ditujukan kepada khalayak ramai yang luar biasa banyaknya. lebih lanjut ia berpendapat bahwa komunikasi masa adalah komunikasi yang dilakukan oleh pemancar-pemancar audio dan visual. Dimana secara logis dapat dikatakan bahwa komunikasi massa berupa komunikasi yang dilakukan oleh radio, televisi, majalah, surat kabar, film dan juga buku.

Sementara itu, Grebner menjelaskan bahwa komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki pada masyarakat industri.

 

Disisi lain, Jay Black dan Federich G juga berpendapat mengenai pandangannya terhadap definisi komunikasi massa. Mereka menganggap bahwa komunikasi massa adalah proses dimana pesan-pesan diproduksi secara masal dan disampaikan kepada penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen.

Karakteristik Komunikasi Massa

Suprapto (2006), menjelaskan beberapa aspek yang menjadi karakteristik dari komunikasi massa. Ia menyebutkan setidaknya komunikasi massa memiliki empat karakteristik yaitu ;

1.     Sifat Komunikan, yaitu komunikasi massa ditujukan kepada komunikan. Komunikan tersebut sejatinya memiliki sifat heterogen, anonim serta dalam jumlah relatif besar.

2.     Sifat media massa, yaitu serempak dan cepat.

3.     Sifat pesan, pesan yang disampaikan melalui media massa bersifat umum untuk publik.

4.     Sifat komunikator, komunikator dalam komunikasi massa merupakan komunikator yang terlembagakan.

Komponen Komunikasi Massa

Menurut Defelur dan Denis terdapat tujuh komponen dalam komunikasi massa diantaranya yaitu;

1.     Komunikator, pihak yang menyampaikan pesan kepada khalayak ramai.

2.     Pesan, Konten yang dibuat dari sudut pandang media massa pembuatnya terhadap suatu permasalahan atau isu tertentu.  

3.     Media, Saluran yang bersifat fisik seperti media cetak dan media elektronik.

4.     Komunikan, Kumpulan individu yang menerima pesan dari media massa.

5.     Gate keeper, Pihak yang berwenang memilih pesan yang hendak disampaikan ke komunikan atau tidak.

6.     Gangguan, Kendala dalam kommunikasi massa baik secara teknis maupun non teknis.

7.     Timbal balik, Respon publik berupa pemaknaan publik atas sebuah pesan yang disampaikan kepadanya.

Fungsi Komunikasi Massa

Lasswell (1948) mengemukakan tiga fungsi dari komunikasi massa yaitu :

1.     Fungsi pengawasan sosial.

2.     Fungsi Sosialisasi.

3.     Fungsi korelasi Sosial.

Sementara itu Mc Quail (1987) mengemukakan dua kategori fungsi komunikasi masa yaitu :

·        Fungsi Terhadap Masyarakat

Menurut Quail masyarakat komunikasi masa memiliki fungsi untuk masyarakat yang meliputi ;

1.     Informasi.

2.     Korelasi.

3.     Kesinambungan.

4.     Hiburan.

5.     Mobilisasi.

·        Fungsi Terhadap Individu; meliputi :

1.     Informasi.

2.     Identitas pribadi.

3.     Hiburan.

Efek Komunikasi Massa

Efek komunikasi massa merupakan bagian dari dampak atas pesan yang disampaikan oleh media massa yaitu berkaitan dengan perilaku manusia setelah menerima pesan tersebut. Efek yang diterima oleh masing masing individu tentu tidaklah sama. menurut Efendi (2006), efek komunikasi massa meliputi:

1.     Kognitif berupa pengetahuan.

2.     Afektif berupa perasaan dan emosi.

3.     Behavioral berupa perilaku.

Manfaat Mempelajari Komunikasi Massa

Mempelajari komunikasi massa memiliki banyak manfaat bagi kita. Dimana media massa memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Media massa menjadi sebuah jembatan komunikasi untuk terhubung dengan informasi yang lebih luas. Dimana tokoh revolusi Tiongkok Mao Ze Dong pernah berkata “jika kita ingin menguasai dunia maka kita harus menguasai media”.

Kiranya begitu besar manfaat kita mempelajari komunikasi massa dari perkataan tersebut. Bahkan, dengan mempelajari komunikasi massa, kita menjadi pribadi yang lebih mantap dalam menghadapi pergolakan informasi publik. Dewasa ini, informasi publik tidak jarang mengarah pada penggiringan opini yang menjurus pada hal negatif. Oleh sebab itu, dengan mempelajari komunikasi massa kita akan menjadi pribadi yang cerdas dan kritis dalam menyikapi berbagai informasi publik yang ada.

Di zaman yang semakin berkembang ini, internet merupakan media yang digunakan sebagai sarana komunikasi yang lambat laun telah menyingkirkan media komunikasi seperti telepon atau sms (short message send). Hal ini disebabkan yang telah terbukti bahwa di kehidupan sehari-hari pada zaman ini, manusia sudah melekat dengan sebuah jaringan.

Karena pada dasarnya, internet sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Hal ini terjadi bukan para gamers online saja, bahkan para pengusaha, politikus, hingga pelajar pun juga mengalami hal yang serupa, yaitu tidak bisa jauh dari internet. Seolah intrernet merupakan bagian dari nyawa mereka. Tanpa internet, manusia akan mati. Sehingga, sebenarnya internet ini memiliki dampak positif maupun negatif.

Dalam kajian komunikasi, internet memiliki pengertian yaitu merupakan suatu fasilitas sebuah interaksi dengan jaringan yang dapat terhubung secara global. Sehingga sudah tidak sedikit manusia telah menggunakan fasilitas komunikasi ini sebagai sarana penyampai pesan mereka, khususnya pada media sosial. Bahkan, semakin ke sini, perkembangan internet pun semakin canggih. Seperti ibarat, orang bisa mendapatkan uang hanya dengan duduk menatap layar komputernya. Atau orang cukup duduk ketika ia menginginkan sesuatu atau berbelanja. Tanpa perlu berjalan, manusia sudah bisa melakukan aktivitasnya.

Dapat dikatakan bahwa semakin bertambahnya zaman, semakin tingginya peradaban melalui internet sebagai sarana komunikasi. Bahkan internet sendiri terus berinovasi dan mengalami perkembangan yang sangat pesat, jika dibandingkan dengan kemajuan lainnya. Karena internet sendiri telah memberikan beberapa keunggulan yang semakin baik di antaranya:

·        Sumber informasi atau referensi yang lebih luas.

·        Jangkauan yang tak terbatas (jauh semakin dekat).

·        Efektifitas dan efisiensi waktu dalam berkomunikasi.

·        Murahnya sarana sebagai kegunaan yang berkualitas.

·        Transparansi tanpa batas “Google Serba Tahu”.

Bisa dikatakan bahwa internet merupakan pemenang dari segala peradaban dalam manusia. Telah terbukti fenomena di Amerika Serikat yang mana telah diketahui bahwa penjualan komputer dan data internet lebih tinggi dibandingkan dengan televisi ataupun pulsa reguler. Bahkan komputer pun juga mampu mengambil fungsi peran komputer sebagai sarana informasi. Sehingga dunia ini akan beralih ke zaman digital. Di mana semua orang dan kehidupan akan serba digital. Atau bisa dikatakan sebagai ‘Cyber Age‘.

Jaringan internet ini bisa dikatakan, bahwa sarana informasi ini sudah mulai mewabah dan mendarahdaging dalam diri masyarakat yang bersosialisasi. Dengan adanya sifat internet yang mudah diakses, membuat para manusia semakin melekat dengan internet bahkan hingga kecanduan internet. Namun mereka beralibi bahwa internet ini memilih banyak dampak positif karena mereka dapat mengenal orang-orang baru oleh siapa saja tanpa batasan umur, dan di mana saja tanpa batasan jarak lokasi.

Dan perlu diingat juga bahwa sebenarnya sarana informasi satu ini mampu membuat manusia berkomunikasi dan berpikir lebih luas lagi. Mereka akan berusaha maju karena tuntutan mereka mengikuti peradaban digital ini. Karena komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting seperti halnya yang dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Dengan demikian, internet sebagai sarana informasi yang paling bagus, membuat internet ini sebagai sarana yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan mereka. Dalam berbisnis, pendidikan, hingga politik pun memerlukan sebuah sarana informasi ini yaitu internet. Hingga manusia pun merasa harus dapat terkoneksi dengan internet dengan berbagai cara yang mereka miliki.

Tak heran jika kita tengok samping kana kiri, orang mulai tunduk dan fokus pada ponsel mereka masing-masing. Hal inilah sebagai salah satu dampak negatif dari internet itu sendiri. Rasa sosial mereka akan semakin berkurang. budaya tegur sapa pun akan semakin punah di kalangan masyarakat. Dari mulai anak-anak hingga orang dewasa, semua sudah melekat dalam diri mereka dengan internet. Sehingga, manusia akan termakan waktu yang lebih banyak di internet (dunia maya) dibandingkan dengan dunia masyarakat (dunia sebenarnya). Pengalaman yang dianggap histori pun menjadi status keadaan yang mudah diketahui oleh orang lain yang tidak mengenal individu tersebut.

Namun, dampak positif daripada internet dalam komunikasi ini sendiri adalah dengan menyebarluasnya suatu jaringan, maka manusia pun merasa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan siapa saja dan di mana saja. Sehingga, waktu akan terasa lebih efisien dan efektif ketika manusia hendak melakukan aktivitas komunikasi. Karena fungsi dari internet sendiri tidak membatasi segala umur maupun jarak lokasi. Sehingga, manusia bisa mampu berkomunikasi dengan siapa saja dan kapanpun hingga di mana saja kita berada.

Namun semua itu tergantung dari sikap individu masing-masing dalam menyikapi adanya fenomena ini. Bila kita mampu memanfaatkan sarana tersebut dengan baik dan benar, maka kita tidak akan tersesat dan terjebak dalam modernisasi bahkan digitalisasi pada peradaban ini. Kita tidak akan termakan oleh peradaban digital ini. Selain itu, kita akan merasa untung dan menang melawan peradaban yang mungkin bisa memakan kita dan membuat manusia mengalami kemunduran karena adanya era digital ini.

Marilah kita pandai dalam berbuat dan menggunakan sarana ini sebagai media informasi yang baik dan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Apalagi sekarang di Indonesia mulai muncul Undang-Undang tentang IT. Hal ini akan membuat penduduk Indonesia tidak sembarangmn dalam menyampaikan pendapatnya di media sosial. Karenanya, istilah “mulutmu harimaumu” sekarang bergeser menjadi “jarimu harimaumu”. Maka perlu sikap yang bijak dalam menggunakan media sosial dan sarana informasi ini. Hal inilah yang akan membuat kita sebagai manusia yang cerdas dalam peradaban digital.

=========================
Silahkan unduh dan pelajari pula Materi Komunikasi Massa dalam bentuk dokumen *.pdf yang telah disusun oleh Sdri. Dara Rahmania
=========================

Fungsi Komunikasi Organisasi

Menurut Sendjaja (1994), fungsi komunikasi dalam organisasi yaitu;

1.     Fungsi Informatif – Organisasi diartikan sebagai suatu sistem pemrosesan informasi, dimana setiap anggota organisasi diharapkan mampu memberi dan menerima informasi dengan baik guna kelancaran dalam menjalankan apa yang menjadi tugasnya.

2.     Fungsi regulatif – Berkaitan dengan peraturan-peraturan dan pedoman yang berlaku dalam suatu organisasi. 

3.     Fungsi persuasif – Merupakan cara lain dari perintah. Dimana kebanyakan pemimpin organisasi lebih memilih menggunakan cara persuasif dari pada perintah kepada bawahannya. Hal ini dikarenakanasumsi terkait penggunaan cara yang lebih halus akan menyebabkan seseorang lebih menghargai suatu tugas yang dibebankan kepadanya.

4.     Fungsi Integratif – Berkaitan dengan penyediaan saluran yang memungkinkan setiap anggota organisasi untuk dapat melaksanakan tugas dan pegerjaanya dengan baik.

Pendekatan Komunikasi Organisasi

Terdapat beberapa pendekatan komunikasi terhadap organisasi, diantaranya :

·        Pendekatan Sistem

Karl Weick merupakan salah satu ahli yang mempelopori pendekatan sistem dalam studi komunikasi organisasi. Ia menganggap bahwa  sistem hierarki, garis komunikasi, dan prosedur operasi standar merupakan musuh dari sebuah organisasi. Selain itu, Weick berpandangan bahwa organisasi sebagai suatu kehidupan organis. Organisasi harus mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi dan perubahan.

Menurutnya, organisasi akan berkembang ketika para anggota memiliki kebebasan dan komunikasi interaktif. Weick juga melihat bahwa organisasi sebagai suatu proses evolusioner yang bersandar pada tiga rangkaian proses yaitu penentuan, seleksi dan penyimpanan.

·        Pendekatan Budaya

Clifort Greetz berpendapat bahwa organisasi merupakan bagian dari suatu budaya. Organisasi adalah cara hidup bagi para anggota. Cara tersebut digunakan untuk membentuk sebuah realita bersama serta menjadi pembeda dengan budaya lainya.

Kemudian, budaya dalam organisasi diciptakan oleh interaksi-interaksi para anggotanya. Interaksi yang sudah bagian dari aktifitas sehari-hari dalam organisasi ini kemudian membentuk suatu budaya dalam organisasi tersebut, Aktifitas-aktifitas dari para anggota diantaranya meliputi cerita, simbol-simbol serta aktifitas lainya. Sehingga, dari aktivitas tersebut, muncullah seperangkat pemahaman dalam organisasi yang kemudian menjadi budaya organisasi.

·        Pendekatan Kritik

Pandangan ini menganggap bahwa kepentingan organisasi sudah mendominasi hampir disemua segi kehidupan dalam masyarakat. Pada hakikatnya, kehidupan kita banyak ditentukan oleh keputusan yang menyangkut kepentingan-kepentingan organisasi seperti perusahaan. Dimana komunikasi menjadi medium utama didalamnya.

Konsep Komunikasi Organisasi

Goldhaber menjelaskan bahwa komunikasi organisasi merupakan proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain.

Kemudian, Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi organisasi bertujuan untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti dan selalu berubah ubah. Lebih lanjut ia menjelaskan tujuh konsep dalam komunikasi organisasi

·        Proses: Organisasi merupakan suatu sistem terbuka yang dinamis. Oleh karena itu, proses dibutuhkan agar dapat menciptakan serta saling menukar pesan diantara anggotanya. Dimana gejala ini terjadi secara terus menerus sehingga dikatakan sebagai suatu proses. 

·        Pesan: Dalam komunikasi organisasi pesan menjadi suatu hal yang sangat penting. Seseorang dalam organisasi harus mampu menciptakan dan menerima pesan dengan baik dan pesan yang baika adalah pesan yang mampu diterima sama seperti apa yang disampaikan.

·        Jaringan: Organisasi ibarat sebuah jaringan yang terdiri atas serangkaian seri. Seri ini terdiri atas sekumpulan orang yang menduduki posisi atau jabatan tertentu. Sekumpulan orang tersebut kemudian menjalankan tugas, fungsi, dan perannya masing-masing dalam sebuah organisasi.

·        Keadaan Saling Tergantung: Hal ini sudah menjadi sifat organisasi sebagi suatu sistem terbuka. Ketergantungan dibutuhkan bilamana suatu bagian tidak berfungsi sebagaimana mestinya akan mengganggu kinerja dari bagian lain juga. 

·        Hubungan: Organisasi sebagai suatu sistem sosial. Fungsi dari beberapa bagiannya dijalankan oleh manusia bergantung kepada hubungan diantara manusia-manusia itu sebagai anggotanya.

·        Lingkungan: Lingkungan adalah semua totalitas baik fisik maupun sosial yang diperhitungkan dalam pengambilan keputusan mengenai individu dalam suatu sistem yang disebut organisasi. lingkungan ini dapat dibedakan atas lingkungan internal dan eksternal organisasi. 

·        Ketidakpastian: Dalam komunikasi organisasi, posisi ketidakpastian disini adalah untuk memenuhi kesediaan informasi yang tersedia juga informasi yang diharapkan.

Makna Komunikasi Organisasi

·        Perspektif Subjektif

Dalam perspektif ini pemaknaan komunikasi organisasi sebagai proses penciptaan makna atas interaksi diantara unit-unit organisasi yang menciptakan mengelola, bahkan mengubah organisasi. Fokus dalam pemaknaan yaitu sebuah cara yang dilakukan individu sebagai anggota organisasi berinteraksi dan menciptakan makna atas peristiwa komunikasi yang terjadi.

·        Perspektif Objektif

Dalam perspektif ini ditekankan tentang pemaknaan komunikasi organisasi.  Penekanan dapat dilihat dari perannya sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi dalam suatu organisasi.

Selain itu, fokus dalam pemaknaan ini adalah penanganan pesan yang meliputi, menerima, menafsirkan dan bertindak berdasar informasi yang diperoleh dalam suatu organisasi. Komunikasi disini dipandang sebagai alat untuk merekayasa organisasi yang memungkinkan individu mampu beradaptasi dalam lingkungan organisasi.

Jaringan Komunikasi

Ketika manusia berkomunikasi dalam suatu organisasi, mereka membutuhkan suatu sistem untuk mengatur alur informasi. Tidak hanya organisasi berskala besar yang memiliki tingkat kompleksitas yang begitu tinggi namun juga organisasi berskala kecil.

Dengan adanya sistem pengatur alur informasi, setiap anggota organisasi dapat mengetahui “siapa berbicara kepada siapa”. Sistem ini oleh Ronald Adler dkk disebut dengan communication networks atau jaringan komunikasi yaitu sebuah pola hubungan regular antara individu dengan individu lainnya dimana alur informasi berjalan dalam sebuah organisasi.

Kemudian, menurut Stohls (2005) dalam Pearson dkk (2011 : 207) menyatakan bahwa jaringan komunikasi dalam organisasi terbentuk berdasarkan komunikasi formal dan komunikasi informal. Secara umum, terdapat dua macam jaringan komunikasi dalam organisasi yaitu formal dan informal.

 

1. Komunikasi Formal

Jaringan komunikasi formal adalah sistem yang dirancang oleh manajemen untuk menentukan “siapa seharusnya berbicara kepada siapa” agar pekerjaan dapat diselesaikan. Jaringan komunikasi formal organisasi skala kecil lebih sederhana dibandingkan dengan jaringan komunikasi formal organisasi skala besar. Salah satu cara paling mudah untuk menggambarkan jaringan komunikasi formal dalam sebuah organisasi adalah melalui struktur organisasi atau organigram. Organigram atau struktur organisasi merupakan petunjuk atau panduan mengenai siapa yang bertanggung jawab mengenai tugas yang diberikan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap kinerja rekan-rekannya.

Menurut Ronald Adler dkk dalam bukunya Communicating at Work: Strategies for Success in Business and the Professions, terdapat 3 (tiga) macam jaringan komunikasi formal dalam organisasi, yaitu :

a. Komunikasi dari atas ke bawah atau downward communication

Menurut Katz dan Kahn (1978), komunikasi dari atas ke bawah atau downward communication terjadi manakala pihak atasan mengirimkan pesan kepada bawahan. Adapun bentuk pada umumnya berupa :

·     Job instructions (instruksi pekerjaan), merupakan perintah mengenai apa yang harus dilakukan atau bagaimana melakukannya.

·     Job rationate (rasio pekerjaan), merupakan penjelasan atau penjabaran bagaimana satu tugas berkaitan dengan tugas lainnya.

·     Procedures and practices (prosedur dan praktis), merupakan sekumpulan informasi mengenai peraturan, regulasi, kebijakan, dan keuntungan.

·     Feedback (umpan balik), merupakan informasi mengenai seberapa efektif kinerja seseorang

·     Indoctrination (indoktrinasi), merupakan informasi yang bertujuan untuk memotivasi para karyawan dengan memberikan kesan tentang misi organisasi dan secara khusus bagaimana mereka terhubung dengan misi organisasi

Komunikasi kebawah merupakan alur komunikasi yang mengalir dari individu pada tingkat hierarki atas kepada individu yang berada pada tingkat hierarki bawah. Dapat diartikan pula sebagai alur komunikasi antara atasan dan bawahan. bentuk komunikasi kebawah yang paling umum adalah instruksi kerja.

b. Komunikasi dari bawah ke atas atau upward communication

Komunikasi dari bawah ke atas atau upward communication terjadi manakala pihak bawahan mengirimkan pesan kepada atasan. Ada 4 (empat) tipe pesan yang dikirimkan, yaitu :

·     What subordinates are doing – apa yang dilakukan oleh karyawan.

·     Unsolved work problems – masalah-masalah pekerjaan yang tidak terselesaikan.

·     Suggestions for improvement – harapan-harapan untuk perbaikan.

·     How subordinates feel about each other and the job – apa yang karyawan rasakan tentang rekan dan pekerjaan.

Komunikasi keatas merupakan arah dan alur komunikasi yang membawa informasi dari tingkat bawah ke tingkat atas dalam suatu organisasi, yang artinya komunikator berada pada tingkat bawah dan komunikan merupakan tingkat atas.

Dapat diartikan pula sebagai suatu alur komunikasi dari bawahan ke atasan. komunikasi keatas ini mencakup saran, keluhan dan hal hal lain yang mana  dalam sebuah organisasi yang besar komunikasi keatas sulit mencapai taraf efektif

c. horizontal communication (komunikasi lateral)

Komunikasi horisontal terdiri dari berbagai pesan antar anggota dalam sebuah organisasi dengan kekuasaan yang sama atau seimbang. Komunikasi horisontal disebut juga dengan komunikasi lateral dan memiliki beberapa tujuan, yaitu :

·     Task coordination – koordinasi tugas.

·     Problem solving – pemecahan masalah.

·     Sharing information – berbagi informasi.

·     Conflict resolution – resolusi konflik.

·     Building rapport – membangun kebersamaan atau hubungan.

Komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang memiliki banyak fungsi dalam organisasi.  Bentuk komunikasi ini diperlukan untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai fungsi dalam organisasi sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya. Komunikasi horizontal umumnya sering diabaikan padahal penting dalam penggunaanya sebagai contoh agar tidak terjadi tumpang tindih tugas wewenang dalam organisasi maka diperlukan komunikasi horizontal atar pihak terkait.

Karena sifatnya yang tidak formal, seringkali desas-desus dapat menyebar melalui komunikasi horisontal. Kemudian, untuk memecahkan masalah yang timbul akibat proses komunikasi horizontal maka diperlukan peran public relations.

Dalam menjalankan tugasnya, public relations bergaul dengan karyawan untuk menggali dan mengumpulkan informasi serta menampung berbagai macam keluhan yang dirasakan oleh karyawan yang berhubungan dengan pekerjaan.

2. Komunikasi Informal

Selain memiliki jaringan komunikasi formal, setiap organisasi juga memiliki jaringan komunikasi informal. Komunikasi informal adalah pola interaksi yang didasarkan pada pertemanan, kedekatan antar karyawan, dan saling berbagi dalam hal minat karir dan masalah pribadi. Komunikasi informal dalam sebuah organisasi memiliki beberapa fungsi, yaitu :

·        Conforming – Mengkonfirmasi, beberapa komunikasi informal mengkorfirmasi beberapa pesan formal.

·        Expanding – Komunikasi informal dapat menjembatani kesenjangan yang terjadi akibat pesan-pesan formal yang tidak jelas. 

·        Expediting – Melancarkan, komunikasi informal seringkali dapat mengirimkan pesan lebih cepat daripada saluran formal.

·        Contradicting – Kontradiksi, terkadang komunikasi informal berlawanan dengan pesan-pesan yang bersifat resmi. 

·        Circumventing – Pemangkasan, beberapa kontak informal terkadang dapat membantu memotong jalur resmi yang tidak perlu dan menghabiskan banyak waktu.

·        Supplementing – Komunikasi informal dapat membuat sebuah pekerjaan dapat dikerjakan secara lebih baik dibandingkan dengan komunikasi formal.

 

Membangun komunikasi informal yang kokoh bukanlah suatu kebetulan. Beberapa tahapan berikut dapat membantu mengembangkan kaitan-kaitan yang penting, yaitu :

·        Mencari orang di semua level organisasi yang terpapar informasi.

·        Memperlakukan setiap orang dalam organisasi dengan penuh rasa hormat.

·        Mengajukan pertanyaan saat menemukan sumber informasi yang tepat untuk mencari kejelasan suatu kejadian.

·        Jangan memamerkan jalur informal.

 

Bentuk Komunikasi Organisasi

A. Komunikasi Internal

Komunikasi internal merupakan komunikasi yang berlangsu dalam unit-unit, indiviu-individu (anggota) didalam internal suatu organisasi. komunikasi internal dibagi menjadi dua yaitu :

1.     Komunikasi Personal

komunikasi personal merupakan komunikasi yang terjadi diantara individu dengan individu anggota orgabisasi. Dalam komunikasi personal ini terdapat dua macam yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi bermedia

2.     Komunikasi kelompok

Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara seseorang dengan suatu kelompok (bidang) tertentu, atau antar kelompok secara tatap muka dalam suatu organisasi.

B. Komunikasi Eksternal

Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi antara organisasi dengan khalayak diluar organisasi. Komunikasi eklsternal ini dibagi menjadi dua yaitu :

1.     Komunikasi dari organisasi kepada khalayak.

2.     komunikasi dari khalayak kepada organisasi.

 

Dimensi Komunikasi Organisasi

·        Dimensi Internal

Dimensi internal ini meliputi diri organisasi secara keseluruhan yaitu ;

1.     komunikasi antara individu anggota organisasi.

2.     komunikasi antara individu dengan bagian (berdasar Fungsi) dalam organisasi.

3.     komunikasi antara beberapa bagian (berdasar fungsi) dalam organisasi.

4.     komunikasi antara pemimpin dengan bawahannya.

·        Dimensi Eksternal

Dimensi eksternal komunikasi orgabisasi meliputi komunikasi organisasi dengan khalayak dan sebaliknya khalayak dengan organisasi. yang menjadi khalayak disini adalah ;

1.     Pers Relation (Relasi publik).

2.     Goverment Relation (Relasi pemerintahan).

3.     Comunity Relation (Relasi komunitas).

4.     Supplier Relation (Relasi pengirim pesan).

5.     Customer Relation (Relasi penerima pesan).

Manfaat Mempelajari Komunikasi Organisasi

Sebagaimana dijelskan diawal kehidupan kita tak dapat dipisahkan dari sebuah organisasi. oleh karenanya penting bagi kita untuk mempelajari komunikasi organisasi. Dengan mempelajari studi ini, kita menjadi paham posisi kita dalam sebuah organisasi baik formal dalam pekerjaan maupun dilingkungan masyarakat.

Dengan pemahaman yang kita miliki, harapannya kita mampu menyesuaikan diri dan menempatkan diri dengan baik dalam organisasi tersebut. Bagaimana kita bertindak dan bersikap dengan atasan maupun dengan bawahan juga dengan anggota organisasi yang lain akan menjadi lebih baik saat kita mengetahui teorinya.

Terlebih bilamana kita menjadi seorang pemimpin dalam organisasi, dengan mempelajari studi komunikasi organisasi, kita menjadi paham bagaimana menjalankan kepemimpinan yang baik guna mencapai tujuan organisasi yang kita pimpin.


 

Pola Komunikasi Organisasi

Komunikasi adalah proses pengiriman pesan dari satu pihak ke pihak lain melalui konteks tertentu seperti komunikasi intrapersonal, komunikasi antarpribadi atau interpersonal, komunikasi kelompok atau komunikasi organisasi, dan komunikasi massa. Ketika komunikasi berlangsung dalam konteks komunikasi kelompok atau komunikasi organisasi, maka akan memiliki jaringan komunikasi atau pola masing-masing. 

Menurut Rakhmat (2001: 162-163), terdapat 5 (lima) pola komunikasi yaitu roda (wheel), rantai (chain), Y, lingkaran (circle), dan bintang (star /networks).

 

Roda (wheel)

Merupakan pola komunikasi yang dianggap yang terbaik dibandingkan dengan pola komunikasi lainnya. Fokus perhatian dari pola ini adalah seseorang (pemimpin). Apakah pemimpin tersebut dapat berhubungan dengan semua anggota kelompok, dan tidak ada masalah komunikasi, waktu dan feedback dari anggota kelompok.

Tetapi, setiap anggota kelompok hanya dapat berhubungan dengan pemimpinnya. Pola komunikasi ini menghasilkan produk kelompok yang tercepat dan terorganisasi.

Rantai (chain)

Merupakan pola komunikasi yang memiliki permasalahan yang sama dengan pola komunikasi lingkaran. Dalam pola komunikasi rantai, anggota terakhir yang menerima pesan yang disampaikan oleh pemimpin seringkali tidak menerima pesan yang akurat. Sehingga, pemimpin tidak dapat mengetahui hal tersebut karena tidak adanya umpan balik yang disampaikan.

Y

Merupakan pola komunikasi yang sangat rumit dan juga memiliki masalah komunikasi yang sama seperti yang terjadi dalam pola komunikasi lingkaran dan rantai. Tiga orang anggota dapat berhubungan dengan orang di sampingnya seperti pada pola rantai, tetapi ada dua orang yang hanya dapat berkomunikasi dengan seseorang di sampingnya saja.

Lingkaran (circle)

Pada pola ini, pengirim atau pemimpin dapat berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lain yang berada dekat dengannya. Tidak ada anggota kelompok lain yang tidak dapat menerima pesan secara langsung dan mereka menerima pesan dari anggota kelompok yang lain yang membagi pesan dari pengirim.

Dalam pola ini, pesan dari pengirim berjalan ke seluruh anggota kelompok dan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai kembali kepada pengirim. Setiap orang hanya dapat berkomunikasi dengan dua orang yaitu di samping kiri dan kanannya. Di sini tidak ada pemimpin. Pola komunikasi lingkaran merupakan pola yang paling lambat dalam memecahkan masalah. Pola komunikasi lingkaran juga cenderung melahirkan banyak kesalahan.

Bintang (star)

Semua saluran dari setiap anggota dapat berkomunikasi dengan semua anggota kelompok yang lain. Pada pola, semua saluran tidak terpusat pada satu orang pemimpin. Pola ini juga paling memberikan kepuasan kepada anggota-anggotanya, dan yang paling cepat menyelesaikan tugas bila tugas berkenaan dengan masalah yang sukar.

Dengan mempelajari pola komunikasi organisasi maka manfaat yang dapat diperoleh yaitu :

·        Memahami proses komunikasi yang terjadi dalam organisasi.

·        Memahami pola komunikasi dalam organisasi.

·        Meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam organisasi.

·        Meningkatkan kemampuan dalam mengatasi konflik dalam organisasi.

Demikianlah  semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang pola komunikasi organisasi dan menerapkannya sebagai bagian dari manajemen konflik dalam organisasi tempat kita bernaung.

KOMUNIKASI DALAM PEMERINTAHAN

Kualitas suatu komunikasi pemerintahan sangat penting bagi kesejahteraan manusia. Pemerintah harus terlibat secara konstan dalam proses pertukaran informasi dan komunikasi mengenai kebijakan, ide atau gagasan dan keputusan antara pemerintah dan yang diperintah atau warga Negara.

Di dalam teori media baru yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang, komunikasi pemerintahan menjadi sebuah industri yang sangat berkembang di beberapa Negara dalam artian pemerintah bekerja sama dengan sebuah agen komunikasi guna meningkatkan kapasitasnya. Disinilah kemudian timbul istilah profesionalisasi komunikasi pemerintahan oleh Pfetsch (2008).

Dimanakah letak komunikasi pemerintahan? Dalam bukunya Ilmu Administrasi Publik, Inu Kencana Syafie menyatakan bahwa komunikasi pemerintahan merupakan salah satu unsur dari Administrasi Publik. Karenanya, sangat sulit menemukan hasil kajian mengenai komunikasi pemerintahan dalam ranah ilmu komunikasi. Hal ini  dikarenakan memang kajian komunikasi pemerintahan belum mendapat tempat di hati para peneliti.

Namun, kemudian kajian komunikasi pemerintahan ditemukan di dalam kajian komunikasi politik setelah sebelumnya berada diantara kajian komunikasi politik, public relations, dan komunikasi organisasi. Memasuki abad ke 21, komunikasi pemerintahan (dan beberapa konsep yang berhubungan dengan political public relations, government public relations dan government political marketing) telah menarik minat para peneliti untuk mengkaji komunikasi pemerintahan lebih lanjut (Canel dan Sanders, 2013 : 1).

 

Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi pemerintahan dari beberapa ahli, yaitu :

Erliana Hasan (2005): Komunikasi pemerintahan adalah penyampaian ide, program, dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan begara.

María José Canel dan Karen Sanders dalam Government Communication: An Emerging Field in Political Communication Research (2011 : 85-86)

Government communication refers to the aims, role and practice of communication implemented by executive politicians and officials of public institutions in the service of a political rationale, and that are themselves constituted on the basis of the people’s indirect or direct consent and are charged to enact their will.

Hal ini memiliki pengertian bahwa komunikasi pemerintahan mengacu pada tujuan, peran dan praktek komunikasi yang dilaksanakan oleh politisi eksekutif dan pejabat dari lembaga-lembaga publik lainnya dalam kerangka pelayanan pemikiran politik, dan yang sendirinya merupakan atas dasar persetujuan langsung atau tidak langsung rakyat dan dibebankan untuk memberlakukan mereka akan.)

Strömbäck and Kiousis (2011) dalam Canel dan Sanders melalui Introduction: Mapping the Fields of Government Communication (2013 : 4) : Mereka mendefinisikan komunikasi pemerintahan dalam kerangka political public relations. Political public relations is the management process by which an organization or individual actor for political purposes, through purposeful communication and action, seeks to influence and to establish, build, and maintain beneficial relationships and reputations with its key publics to help support its mission and achieve its goals.

Public relations politik adalah suatu proses manajemen yang dilakukan oleh suatu organisasi atau individu untuk tujuan politik, melalui komunikasi serta tindakan yang memiliki tujuan, untuk mempengaruhi dan untuk melepaskan, membangun, dan mengelola hubungan yang menguntungkan dan reputasi dengan publik untuk mendukung misi dan mencapai tujuan yang dimiliki).

Strategi Komunikasi Pemerintahan

Setiap kegiatan komunikasi harus berdasarkan rencana atau strategi komunikasi yang terdiri dari elemen-elemen dasar yaitu :

·       Menentukan tujuan komunikasi.

·       Menentukan target komunikasi.

·       Menentukan pesan yang akan disampaikan.

·       Menentukan waktu yang tepat berdasarkan tahapan pembuatan keputusan dalam rangka mencapai efek yang maksimum.

·       Menentukan metode dan media yang akan digunakan.

·       Menentukan saluran komunikasi yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan kepada target sasaran.

Dari rencana dasar tersebut, dikembangkan menjadi beberapa tahapan pengembangan perencanaan komunikasi yang terdiri dari:

·       Menganalisis masalah.

·       Menyusun peran yang akan dimainkan oleh komunikasi.

·       Mengidentifikasi target sasaran.

·       Mengidentifikasi tujuan komunikasi.

·       Mengidentifikasi strategi atau pesan.

·       Mengidentifikasi alat-alat komunikasi.

·       Pendanaan kegiatan komunikasi.

·       Mengorganisasi kegiatan komunikasi.

·       Perencanaan.

·       Melakukan evaluasi.

Prinsip-prinsip Komunikasi Pemerintahan

·       Keterbukaan.

·       Komunikasi dengan publik dilakukan secara langsung.

·       Keterlibatan dengan masyarakat sebagai bagian dari pembentukan kebijakan dan pengiriman.

·       Presentasi positif dari kebijakan pemerintah dan prestasi yang telah dicapai.

·       Menggunakan seluruh saluran komunikasi yang dianggap relevan, tidak hanya terbatas pada media massa nasional.

·       Melakukan komunikasi lintas departemen yang terkoordinasi mengenai suatu isu, bukan menciptakan konflik atau duplikasi pesan.

·       Mendorong kenetralan posisi politik aparatur pemerintah.

Sementara itu, menurut Joel Netshitenzhe dalam Government Communicators’ Handbook menyatakan bahwa prinsi-prinsip dasar komunikasi pemerintahan adalah sebagai berikut :

·       Kerja pemerintah adalah sebuah kegiatan publik.

·       Sebuah pusat layanan komunikasi harus memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatan publik tersebut.

·       Para pejabat politik adalah komunikator utama dalam komunikasi pemerintahan.

·       Setiap orang dalam pemerintahan adalah seorang komunikator.

·       Komunikasi pemerintahan harus didasarkan pada program dan strategi komunikasi yang terpadu.

·       Struktur komunikasi tidaklah mencerminkan kebijakan.

·       Komunikasi lebih dari sekedar media perantara.

·       Bentuk komunikasi yang paling efektif adalah komunikasi langsung dan pertukaran bersama mengenai suatu pandangan dengan publik.

·       Dalam mengerjakan kampanye dan program, diperlukan usaha untuk memahami lingkungan komunikasi.

·       Kampanye komunikasi dapat berjalan dengan baik ketika bekerja sama dengan pihak lain di luar pemerintah.

Fungsi komunikasi pemerintahan adalah sebagai berikut :

·       Memberikan informasi kepada publik.

·       Menjelaskan dan mendukung suatu keputusan yang telah ditetapkan.

·       Mempertahankan nilai-nilai dan mempromosikan perilaku yang bertanggung jawab.

·       Memfasilitasi dialog antara institusi dan warga negara.

Hambatan Komunikasi Pemerintahan

Komunikasi pemerintahan tidak luput dari berbagai hambatan. Simon, Smithburg, dan Thomson dalam Handbook of Administrative Communication menyebutkan hambatan-hambatan komunikasi pemerintahan, yaitu hambatan bahasa, kerangka referensi, jarak status, jarak geografis, perlindungan diri dari inisiator, tekanan pekerjaan lainnya, dan pembatasan yang disengaja pada komunikasi.

·       Hambatan bahasa – Penggunaan bahasa yang tidak sesuai dan tidak dipahami oleh penerima pesan dapat menghambat komunikasi.

·       Kerangka referensi – Setiap orang memiliki kerangka referensi yang berbeda dan dapat mempengaruhi efektivitas pesan yang disampaikan.

·       Jarak status – Hal ini berhubungan dengan hambatan dalam pola komunikasi organisasi yang dianut oleh organisasi pemerintahan.

·       Jarak geografis – Jarak geografis yang sangat lebar antara pemerintah dan warga Negara dapat menghambat komunikasi pemerintahan.

·       Perlindungan diri dari inisiator – Berkaitan dengan kesediaan penerimaan pesan yang dilakukan oleh penerima pesan.

·       Tekanan pekerjaan lainnya – Tekanan pekerjaan yang dialami dapat menyebabkan hilang prioritas terhadap pengiriman dan penerimaan pesan.

·       Pembatasan yang disengaja pada komunikasi – Berkaitan dengan sensor yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pengiriman dan penerimaan pesan.

Komunikasi Pemerintahan untuk Kepemerintahan yang Baik (Good Governance)

Komunikasi pemerintahan yang baik dapat berkontribusi pada kepemerintahan yang baik. Yang dimaksud dengan kepemerintahan yang baik menurut UNDP adalah hubungan yang saling membantu dan membangun diantara Negara, swasta, dan masyarakat. Masing-masing memiliki peran dalam konsep kepemerintahan yang baik, yaitu :

·       Negara/pemerintah memiliki peran menciptakan iklim politik, hukum, dan ekonomi yang sehat sehingga dapat mendorong perkembangan dunia usaha dan masyarakat.

·       Swasta memiliki peran menciptakan lapangan pekerjaan.

·       Masyarakat memiliki peran memberikan kemudahan hubungan timbal balik melalui kelompok dalam masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan.

Adapun manfaat mempelajari komunikasi pemerintahan adalah memahami ikon-ikon komunikasi pemerintahan, definisi, konsep, teori, paradigma, etika moral dan aturan, serta fenomena perspektif pemerintahan sehingga mampu menganalisis isu-isu yang berkembang seputar komunikasi pemerintahan.


ASSIGNMENT

1. Buatlah video singkat berdurasi paling lama 2 menit (boleh menggunakan sekedar camera HP)
2. Edit dan bubuhkan caption seperlunya
3. Unggah pada Grup Facebook (grup tertutup) yang ditentukan panitia
4. Setelah kelak direvisi dan bersifat final, harus diunggah pada Timeline akun masing-masing.

Pada video tersebut: 
a. Perkenalkan diri Saudara dengan penuh percaya diri;
b. Deskripsikan kelebihan/keunggulan kompetensi yang Saudara miliki yang dikaitkan dengan warna qolbu masing-masing.
c. Ekspresikan harapan/passion dan hal-hal lainnya yang sungguh ingin Saudara dedikasikan kepada organisasi.